Asam Urat

Asam urat juga dikenal dengan penyakit gout. Penyakit ini merupakan penyakit yang lumayan sering dikeluhkan oleh mereka yang berusia separuh baya. Sebenarnya, penyakit ini sudah dikenal lama bahkan sudah dikenal sejak zaman Hippocrates.

Kata gout sebenarnya berasa dari kata gutta yang berarti tetesan. Konon, gout atau asam urat ini muncul akibat adanya "tetesan-tetesan jahat". Belakangan "tetesan-tetesan jahat" tersebut sudah dapat diidentifikasi, yaitu hasil akhir buangan metabolisme purin (salah satu jenis asam amino) yang berlebihan.

Jadi, pada dasarnya asam urat merupakan produk akhir dari metabolisme purin. Normalnya, setiap hari kita membuang 700 mg asam urat melalui ginjal.

Asma

Asma merupakan jenis alergi berat yang terjadi pada sistem pernapasan. Serangan asma terjadi ketika saluran pernapasan berhubungan dengan sebuah faktor pemicu. Pada penderita asma biasanya terjadi peradangan serta penyempitan saluran pernapasan.

Ini disebabkan oleh membengkaknya laplsan dalam saluran pernapasan, pembentukan lendir yang berlebihan, dan terjadinya kejang otot pada dinding saluran pernapasan. Hal tersebut terjadi karena faktor pemicu tersebut mengaktifkan histamin.

Hal tersebut pada gilirannya akan melepaskan sel-sel mastosft yang transformasinya dipicu oleh protein-protein imunoglobulin E (IgE). Protein ini aktivasinya disebabkan oleh kedatangan molekul-molekul yang sangat berpengaruh pada protein IgE tersebut.

Baby Blues

Baby blues merupakan istilah yang digunakan untuk serangkaian gejala gangguan emosi yang diderita oleh wanita setelah melahirkan bayinya. Baby blues cenderung menyerang dalam rentang waktu 14 hari terhitung setelah persalinan. Sindrom ini biasanya mulai menyerang sekitar 3-4 hari setelah persalinan dan menghilang dalam jangka waktu 10-14 hari kemudian.

Kondisi ini dialami oleh hampir 50% perempuan yang baru melahirkan. Parahnya lagi, kondisi ini dapat terjadi sejak hari pertama setelah persalinan dan cenderung akan memburuk pada hari ketiga sampai kelima setelah persalinan.

Ketidakstabilan emosi pada ibu akibat baby blues ini akan berdampak pada bayinya. Stres dan sikap tidak tulus ibu yang terus-menerus diterima oleh bayi, kelak bisa membuatnya tumbuh menjadi anak yang mudah menangis, cenderung rewel, suka cemas, sekaligus pemurung. Dampak lain yang tak kalah merugikan ialah anak cenderung mudah sakit.

Bau Kaki

Penampilan kaki adalah salah satu hal yang penting bagi wanita. Karena itu, kesehatan kaki harus dijaga dengan baik. Maksud hati ingin menjaga kulit agartetap putih dengan sepatu tertutup, tetapi efeknya justru membuat kaki menjadi bau.

Bau kaki ini bisa menyerang siapa saja, terlebih lagi jika keadaan kaki sedang lembab. Keadaan seperti ini rawan dengan pertumbuhan jamur, termasuk jamur penyebab bau kaki.

Tanda-Tanda

Ketika membuka penutup kaki (baik sepatu atau kaus kaki) akan tercium bau khas yang tidak menyenangkan.

Bau Ketiak/Bau Badan

Tubuh kita menghasilkan keringat yang dihasilkan oleh dua kelenjar, yaitu kelenjar akrin dan kelenjar apokrin. Kelenjar akrin ini memproduksi keringat bening dan tidak berbau yang dikeluarkan oleh tubuh kita sejak bayi.

Keringat ini muncul pada tubuh kita, seperti pada kening, tangan, punggung, dan hidung. Adapun kelenjar apokrin menghasilkan keringat di tempat-tempat tertentu, terutama di daerah perakaran rambut seperti di ketiak, kemaluan, dan bagian dalam hidung.

Kelenjar akrin menghasilkan keringat yang tidak berbau dan kandungan airnya lebih banyak. Fungsinya untuk menurunkan suhu tubuh pada kondisi tertentu.


Bau Mulut

Bau mulut atau juga dikenal sebagai halitosis bisa dialami oleh siapa saja. Bau mulut berkaitan dengan kebersihan mulut kita. Tentunya tidak menyenangkan, jika kita berbicara tiba-tiba orang-orang pergi menghindari kita.

Salah satu penyebab bau mulut adalah adanya senyawa belerang yang melekat di permukaan lidah. Bakteri-bakteri lidah menghasilkan senyawa-senyawa berbau menyengat dan asam-asam lemak yang merupakan 80-90% penyebab bau mulut

Tanda-Tanda

Mulut mengeluarkan bau yang tak sedap.

Bibir Pecah-Pecah

Bibir yang pecah-pecah merupakan salah satu gangguan kesehatan yang sering dialami oleh wanita. Bibir yang pecah dapat mengurangi nilai estetika pada wajah, apalagi jika kita memiliki kebiasaan mencuplik atau menggigit bibir yang pecah-pecah, sehingga menjadi luka dan berdarah.

Bibir pecah-pecah ini terlihat sepele, tetapi kita pastinya sudah tahu kalau masalah ini bisa menyebabkan iritasi dan menimbulkan rasa sakit, terutama saat makan. Bibir pecah-pecah ini juga bisa mengalami peradangan dan menimbulkan luka goresan.

Jika tidak ditangani dengan benar, malah bisa memicu retakan dan perdarahan pada bibir. Hal ini tentunya akan sangat mengganggu aktivitas harian kita.

loading...
 
loading...