AIDS

AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah suatu sindrom “serbuan” penyakit-penyakit terhadap tubuh akibat menurunnya sistem kekebalan. AIDS disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV).

AIDS merupakan kelanjutan dari HIV pada tingkatan yang lebih parah dan berbahaya. Lemahnya sistem imun pada tubuh penderita AIDS membuatnya rentan mengalami infeksi oportunistik.

Infeksi oportunistik adalah suatu infeksi yang disebabkan oleh organisme dengan mencari kesempatan untuk menyerang orang yang memiliki kekebalan tubuh yang buruk. Beberapa contoh di antaranya kanker, pneumonia (PCP), sarkoma kaposi, penurunan berat badan yang drastis, gangguan daya ingat, dan tuberkulosis (TBC).

Alergi

Alergi adalah gejala klinik berupa rasa gatal, kemerahan dikulit, bintik-bintik kecil merata diseluruh tubuh ataupun bentol-bentol yang luas dengan permukaan yang lebih tinggi dari kulit sekitar, yang timbul setelah seseorang memakan sesuatu makanan ataupun bersentuhan dengan suatu bahan tertentu.

Alergi bisa disebabkan oleh makanan dan juga berbagai zat penyebab lainnya seperti cuaca, debu, dan sebagainya. Alergi yang disebabkan oleh makanan atau penyebab lainnya dapat memacu sistem kekebalan tubuh untuk melawannya dan memproduksi histomin (senyawa jenis amin yang terlibat dalam tanggapan imun lokal, selain itu senyawa ini juga berperan dalam pengaturan fungsi fisiologis di lambung dan sebagai neurotransmitter) dan zat kimia lain di dalam tubuh.

Inilah yang akhirnya menimbulkan penolakan tubuh, berupa hidung berair, mata yang gatal, tenggorokan kering, gatal-gatal dan ruam kemerahan pada kulit, mual, dan diare.

Alzheimer

Alzheimer adalah jenis penyakit yang membuat daya kerja otak manusia menurun, sampai pada suatu tingkattertentu akan membuat seseorang kehilangan kemampuan untuk berpikir dengan jernih dan mengendalikan apa pun yang hendak diperbuatnya.

Alzheimer biasa terjadi pada orang-orang lansia. Alzheimer merupakan penyakit yang menyebabkan penderitanya mengalami kepikunan. Ada berbagai hal yangmenyebabkan terjadinya kepikunan ini, tetapi masih belum diungkapkan secara jelas penyebab terjadinya Alzheimer atau demensia pada orang tua ini.

Tanda-Tanda
  1. Kehilangan memori atau cepat lupa.
  2. Hilangnya kemampuan berkomunikasi.
  3. Kehilangan kemampuan atau kapabilitas fisiknya.

Ambeien

Ambeien adalah pembengkakan pada dinding anus baik terjadi di luar atau di dalam anus. Sebagai deteksi awal, untuk dinding anus bagian luar dapat kita pegang. Untuk anus bagian dalam, kita dapat menyentuhnya dengan memasukkan jari ke dalam lubang anus.

Tanda-Tanda
  1. Terjadi pembengkakan pada dinding anus bagian luar atau bagian dalam.
  2. Jika buang air besar, terasa sakit.
  3. Awalnya dimulai dengan kesulitan buang air besar.

Amenorrhea

Amenorrhea adalah gangguan dalam sistem reproduksi wanita, sehingga membuatnya tidak mengalami menstruasi secara rutin setiap bulannya. Amenorrhea terbagi menjadi dua jenis, yaitu amenorrhea primer dan sekunder.

Pada amenorrhea primer, menstruasi sama sekali tidak terjadi. Padahal normalnya seorang remaja putri mengalami menstruasi yang pertama kali (menarche) pada usia 9-18 tahun. Seorang remaja putri akan divonis mengalami amenonhea primer jika pada usia lebih dari 16 tahun masih belum juga mengalami menstruasi.

Adapun amenorrheo sekunder terjadi pada wanita yang sebelumnya pernah mengalami menstruasi, tetapi kemudian siklus tersebut berhenti tanpa alasan yang diketahuinya.

Tanda-Tanda

Siklus menstruasi terhenti baik secara langsung maupun bertahap.

Anemia

Anemia lebih dikenal masyarakat sebagai penyakit kurang darah. Penyakit ini rentan dialami oleh balita, wanita hamil, wanita, dan para pekerja pada umumnya. Ada dua tipe anemia yang dikenal selama ini yaitu anemia gizi dan non-gizi.

Anemia gizi adalah keadaan kurang darah akibat kekurangan zat gizi yang diperlukan untuk pembentukan serta produksi sel-sel darah merah, baik kualitas maupun kuantitasnya.

Anemia gizi itu sendiri ada beberapa macam, yaitu:
  1. anemia gizi besi,terjadi karena kekurangan pasokan zat besi (Fe). Zat besi merupakan inti molekul hemoglobin yang merupakan unsur utama dalam sel darah merah. Jadi, kekurangan pasokan zat besi bisa menyebabkan menurunnya produksi hemoglobin.
  2. anemia gizi vitamin E, vitamin E merupakan faktor esensial bagi integritas sel darah merah. Kekurangan vitamin E dapat mengakibatkan integritas dinding sel darah merah menjadi lemah dan tidak normal sehingga sangat sensitif terhadap hemolisis (pecahnya sel darah merah)
  3. anemia gizi asam folat, sering disebut juga dengan anemia megaloblastik atau makrositik. Dalam hal ini keadaan sel darah merah penderita tidak normal dengan ciri-ciri bentuknya lebih besar, jumlahnya sedikit, dan belum matang.
  4. anemia gizi vitamin B12 atau disebut juga pernicious. Gejalanya mirip dengan gejala pada anemia gizi asam folat, tetapi disertai dengan gangguan pada sistem pencernaan bagian dalam.
  5. anemia gizi vitamin B6 atau disebut juga siderotic. Keadaannya mirip dengan anemia gizi besi, tetapi jika darah dites di laboratorium, serum besinya normal.


Arthritis

Arthritis secara umum dikenal sebagai pengapuran tulang. Arthritis merupakan penyakit autoimun yang menyerang persendian manusia, sehingga mengakibatkan peradangan.

Arthritis inilah yang menyebabkan timbulnya rasa sakit pada persendian tulang. Pada tingkatan yang parah, arthritis dapat menyebabkan perubahan struktur persendian dan dan berkurangnya fungsi persendian tersebut.

Ada dua jenis arthritis yang biasa kita kenal dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:
  1. osteoarthritis khususnya yang terjadi pada persendian lutut.
  2. rheumatoid orthritis yang terjadi pada tulang secara umum. Rheumatoid arthritis ini rawan menyerang siapa saja dan pada usia berapa pun.