Obesitas

Obesitas merupakan istilah untuk orang yang memiliki indeks massa tubuh (IMT) lebih dari 25,5 menurut standar indeks massa tubuh (lihat bagian Indeks Massa Tubuh). Prevalensi obesitas di dunia terus bertambah. Gaya hidup yang serba mudah dan santai membuat tubuh menjadi jarang bergerak.

Padahal dari makanan yang dikonsumsi, sebagian besarnya seharusnya dibakar agar tidak menumpuk menjadi lemak. Penumpukan lemak secara terus-menerus akan membuat ukuran tubuh menjadi terus bertambah dan bertambah. Ini tentu saja akan menambah pundi-pundi lemak di bawah kulit kita.

Tanda-Tanda
  1. Indeks massa tubuh lebih dari 25,5 menurut standar indeks massa tubuh.
  2. Lingkar pinggang kurang dari 87,5 cm dan 100 cm. Jika lingkar pinggang melebihi nilai itu, maka sudah mengalami kegemukan.
  3. Wanita dikatakan obesitas bila komposisi lemak tubuhnya lebih dari 25% berat badan, sedangkan laki-laki disebut obesitas bila komposisi lemak tubuhnya lebih dari 20% berat badannya.


Penyebab
  1. Ketidakseimbangan asupan energi dengan keluaran energi. Asupan energi tinggi bila konsumsi makanan berlebihan, sedangkan keluaran energi jadi rendah bila metabolisme tubuh dan aktivitas fisik rendah.
  2. Mengonsumsi makanan cepat saji.
  3. Faktor keturunan.
  4. Gaya hidup santai (sedentary).
  5. Terjadi penimbunan lemak di bagian bawah tubuh yang disebut bentuk ginoid dan penimbunan lemak di bagian perut yang disebut bentuk android atau lebih dikenal dengan istilah obesitas abdominal/obesitas sentral.
  6. Wanita berisiko lebih tinggi mengalami obesitas daripada laki-laki.


Pencegahan
  1. Obesitas dapat dicegah dengan melakukan aktivitas fisik secara teratur.
  2. Menjaga pola makan dengan baik.
  3. Banyak mengonsumsi makanan berserat.
  4. Tidak melakukan emotional eating (makan karena mengikuti hawa nafsu saja).

0 komentar:

Posting Komentar